KESOPANAN BERBAHASA DALAM TEKS PASAMBAHAN TINJAUAN PRAGMATIK

KESOPANAN BERBAHASA DALAM TEKS PASAMBAHAN TINJAUAN PRAGMATIK

Denafri, Bram;
jurnal kata: penelitian tentang ilmu bahasa dan sastra 2018 Vol. 2 pp. 346-355
291
denafri2018kesopananjurnal

Abstract

Pasambahan is a two party conversation between host (sipangka) and guest (alek) to convey intentions and objectives with respect. This study aimed to reveal the politeness form contained in the text pasambahan of writing Datuek Tonggak Sati. To identify the politeness form in the passage,the theory of politness proposed by Leech was used. Leech divides the principle of politeness into six maxims, namely the Tact Maxim, generosity maxim, approbiation maxim, modesty maxim, agreement maxim, and sympathy maxim. Method of data provision used is identity method. Method of data analysis used is referential identity method and translational identity method. The method of presentation of research results used is the informal method. The results of this study revealed that the Minangkabau public speech in bapasambahan found in many forms of taxt maxim. Because the Minangkabau people in bapasambahan use allegories in communicating with interlocutor said. That Minangkabau people are required to be someone who is wise and prudent. Wise in understanding the speech delivered by his interlocutor in the form of figuratively and prudent in responding to the figurative delivered by his interlocutor


Pasambahan merupakan percakapan dua pihak yang bersangkutan antara tuan rumah (sipangka) dan tamu (si alek) untuk menyampaikan maksud dan tujuan dengan hormat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bentuk kesopanan yang terdapat pada teks pasambahan. Untuk mengungkapkan bentuk kesopanan dalam pasambahan, digunakan teori kesopanan berbahasa yang dikemukakan oleh Lecch. Leech membagi prinsip kesopanan menjadi 6 maksim, yaitu maksim kearifan, maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kerendahan hati, maksim kesepakatan, dan maksim simpati. Metode penyediaan data yang digunakan adalah metode simak. Metode analisis data yang digunakan adalah metode padan referensial dan translasional. Metode penyajian hasil penelitian yang digunakan adalah metode  informal. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa tuturan masyarakat Minangkabau dalam bapasambahan banyak ditemukan dalam bentuk maksim kearifan karena masyarakat Minangkabau dalam bapasambahan menggunakan kiasan dalam berkomunikasi dengan mitra tuturnya. Sehingga masyarakat Minangkabau dituntut untuk menjadi seseorang yang arif dan bijaksana. Arif memahami tuturan yang disampaikan oleh mitra tuturnya dalam bentuk kiasan dan bijaksana dalam merespon kiasan yang disampaikan oleh mitra tuturnya.

Citation

ID: 43420
Ref Key: denafri2018kesopananjurnal
Use this key to autocite in SciMatic or Thesis Manager

References

Blockchain Verification

Account:
NFT Contract Address:
0x95644003c57E6F55A65596E3D9Eac6813e3566dA
Article ID:
43420
Unique Identifier:
Network:
Scimatic Chain (ID: 481)
Loading...
Blockchain Readiness Checklist
Authors
Abstract
Journal Name
Year
Title
5/5
Creates 1,000,000 NFT tokens for this article
Token Features:
  • ERC-1155 Standard NFT
  • 1 Million Supply per Article
  • Transferable via MetaMask
  • Permanent Blockchain Record
Blockchain QR Code
Scan with Saymatik Web3.0 Wallet

Saymatik Web3.0 Wallet