pola pemanfaatan ruang pada selamatan desa di permukiman perkotaan, studi kasus: selamatan desa rw iv kelurahan jajar tunggal surabaya

pola pemanfaatan ruang pada selamatan desa di permukiman perkotaan, studi kasus: selamatan desa rw iv kelurahan jajar tunggal surabaya

;Dahlia Astari;Agung Murti Nugroho
carcinogenesis 2015 Vol. 2 pp. 42-53
184
astari2015langkaupola

Abstract

Selamatan desa adalah ritual yang bertujuan untuk mengucapkan rasa syukur atas panen yang melimpah dan menghindarkan diri dari mara bahaya. Di beberapa daerah di Kota Surabaya masih melaksanakan tradisi tersebut terutama di daerah pertanian. Meskipun demikian, RW IV Kelurahan Jajar Tunggal masih mempertahankan tradisi tersebut meskipun kondisi permukiman berada di wilayah padat perkotaan dengan penduduk yang mayoritas beragama Islam dan bekerja di sektor swasta dan bekerja sebagai tukang. Oleh karena itu, penelitian ini ingin mengetahui pola pemanfaatan ruang yang terjadi pada pelaksanaan selamatan desa dengan memanfaatkan jalan utama untuk melaksanakan tradisi tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan behavior mapping dengan pemetaan perilaku yaitu place centered maps. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pola pemanfaatan ruang di jalan utama kampung berbentuk menyebar dan mengelompok di daerah yang rindang dan dekat dengan warung/toko. Sedangkan pada saat selamatan desa, pusat aktivitas terjadi hampir di sepanjang jalan utama kampung   Selamatan desa is a ritual that aims to create a sense of gratitude for a bountiful harvest and refrain from danger. In some areas in the city of Surabaya still  performs  this tradition, especially in the areas that still have agricultural land. However, RW IV Kelurahan Jajar Tunggal still performs this tradition even though the conditions in the settlements located in the dense urban area with a  Muslim  majority society and livelihood as private sector employees and craftmans. Therefore, this study wants to know the pattern of utilization of space that occurs in Selamatan desa that using the main street for the tradition. The Method used is descriptive qualitative with environment behavior study approach with behavior mapping by place centered maps. The results of this study indicate that the pattern of use of the street in everyday activities shaped with spread and clustered form in an area close to stall or shady areas. While at Selamatan desa, the concentration of activity spread all along the main street REFERENCES Haryadi & Bobby Setiawan. 1995. Arsitektur Lingkungan dan Perilaku: Teori, Metodologi dan Aplikasi. Yogyakarta: Proyek Pengembangan Pusat Studi Lingkungan: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Lang, John. 1987. Creating Architectural Theory. Van Nostrand Reinhold Co. New York. Laurens, Joyce.2004. Arsitektur dan Perilaku Manusia. PT. Grasindo. Jakarta Rapoport, Amos. 1977. Human Aspects of Urban Form: Towards A Man-Enviromental Approach to Urban Form And Design. Pergamon Press, New York. Wahid, Julaihi & Bhakti Alamsyah. 2013. Teori Arsitektur: Suatu Kajian Perbedaan Pemahaman Teori Barat dan Timur. Graha Ilmu. Yogyakarta Zeisel, John. 1981. Inquiry by Design: Environment/Behavior/Neuroscience in Architecture, Interiors, Landscape and Planning. Wadsworth Inc, Belmont. California

Citation

ID: 218118
Ref Key: astari2015langkaupola
Use this key to autocite in SciMatic or Thesis Manager

References

Blockchain Verification

Account:
NFT Contract Address:
0x95644003c57E6F55A65596E3D9Eac6813e3566dA
Article ID:
218118
Unique Identifier:
10.26418/lantang.v2i1.13839
Network:
Scimatic Chain (ID: 481)
Loading...
Blockchain Readiness Checklist
Authors
Abstract
Journal Name
Year
Title
5/5
Creates 1,000,000 NFT tokens for this article
Token Features:
  • ERC-1155 Standard NFT
  • 1 Million Supply per Article
  • Transferable via MetaMask
  • Permanent Blockchain Record
Blockchain QR Code
Scan with Saymatik Web3.0 Wallet

Saymatik Web3.0 Wallet