Overconfidence menyebabkan investor melebih-lebihkan pengetahuan mereka, meremehkan risiko, dan membesar-besarkan kemampuan mereka untuk mengontrol suatu kejadian. Hal ini menyebabkan trading yang berlebihan, pengambilan risiko yang tidak beralasan, dan akhirnya, kerugian keuangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan confirmation bias, overconfidence, dan bias self-attribution. Subyek dalam penelitian ini adalah 53 mahasiswa di kelas keuangan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif dan inferensial menggunakan korelasi bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara confirmation bias dan overconfidence. Namun, tidak ada hubungan positif antara self-attribution bias dan overconfidence.