Angka perceraian di Aceh yang terus meningkat setiap tahunnya didominasi oleh kasus cerai gugat. Pada kasus cerai gugat, wanita yang mengajukan cerai terhadap suami perlu tetap bersyukur atas keadaan yang dialami sehingga dapat menjalankan kehidupannya. Kebersyukuran dapat dimanifestasikan dalam perasaan positif yaitu, senang dan bahagia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kebersyukuran dan kebahagiaan pada wanita yang bercerai di Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Sampel yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 247 wanita yang bercerai. Hasil analisis data menggunakan teknik Spearman menunjukkan koefisien korelasi (r) sebesar 0,650 dengan nilai p < 0,10. Hipotesis pada penelitian ini diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara kebersyukuran dan kebahagiaan pada wanita bercerai di Aceh. Hal ini menunjukkan semakin tinggi kebersyukuran maka semakin tinggi kebahagiaan wanita yang bercerai di Aceh. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa wanita yang bercerai di Aceh berada pada kategori tinggi untuk variabel kebersyukuran dan variabel kebahagiaan.