Secara empiris Desmodium triquetrum (L) DC (Daun duduk) digunakan sebagai pelancar air seni (diuretik). Untuk mendukung pemakaian empiris maka dilakukan penelitian efek diuretik pada tikus putih. Penelitian dilakukan dalam bentuk ekstrak dengan dosis 3,1 mg; 9,3 mg dan 31 mg/100 gram bobot badan. Sebagai blangko digunakan akuades 1ml/100 g bobot badan dan sebagai pembanding efek diuretik HCT dosis 0,16 mg/100 gram bobot badan. Perlakuan diberikan secara oral. Penelitian efek diuretik dilakukan menurut cara Lipschitz. Diuretik selain meningkatkan volume air, juga meningkatkan ekskresi Na dan K. Untuk mengukur kadar Na dan K dalam urine digunakan AAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun duduk dosis 31 mg/100 g bobot badan mempunyai efek diuretik paling kuat dibandingkan dengan kontrol akuades, sedang kadar Na dan K dalam urine tidak berbeda dengan kadar Na dan K dalam urine tikus pembanding HCT dosis 0,16 mg/100 gram bobot badan.
Kata Kunci : Diuretik; Desmodium triquetrum (L) DC; Daun duduk