insomnia yang dikaitkan dengan travelling

insomnia yang dikaitkan dengan travelling

;Erica Lidya Yanti
scandinavian journal of immunology 2012 Vol. 1 pp. -
104
yanti2012e-jurnalinsomnia

Abstract

Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders fourth edition (DSMIV),
insomnia merupakan suatu keluhan yang dialami pasien berupa kesulitan dalam
memulai tidur, mempertahankan kondisi tidur (tidak terbangun), atau tidur yang tidak
menyegarkan selama 1 bulan atau lebih. Pada umumnya sekitar 35% orang dewasa
mengalami insomnia selama satu tahun, setengahnya merupakan insomnia berat.
Perbandingan terjadinya insomnia pada wanita dan pria adalah 1,5:1. Saat seseorang
bepergian jauh juga akan meningkatkan resiko terjadinya gangguan tidur karena adanya
perbedaan waktu antara daerah yang satu dengan lainnya. Hal ini sering disebut sebagai
jet lag. Pada intinya, jet lag merupakan akibat dari ketidaksesuaian yang terjadi setelah
melewati daerah dengan waktu yang terlalu cepat. Jet lag memiliki ciri ketidaksesuaian
yang sementara antara endogen sirkardian tidur/bangun dan lingkungan fisik eksternal
yang mengarah pada perubahan waktu. Hal ini dapat di terapi dengan mengatur kembali
ritme sirkardian baik itu dengan mengatur ulang ritme tidur seseorang maupun dengan
terapi farmakologis lain yang sesuai.

Citation

ID: 137987
Ref Key: yanti2012e-jurnalinsomnia
Use this key to autocite in SciMatic or Thesis Manager

References

Blockchain Verification

Account:
NFT Contract Address:
0x95644003c57E6F55A65596E3D9Eac6813e3566dA
Article ID:
137987
Unique Identifier:
Network:
Scimatic Chain (ID: 481)
Loading...
Blockchain Readiness Checklist
Authors
Abstract
Journal Name
Year
Title
5/5
Creates 1,000,000 NFT tokens for this article
Token Features:
  • ERC-1155 Standard NFT
  • 1 Million Supply per Article
  • Transferable via MetaMask
  • Permanent Blockchain Record
Blockchain QR Code
Scan with Saymatik Web3.0 Wallet

Saymatik Web3.0 Wallet