Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya hasil be/ajar dan keaktifan siswa kelas XI suatu SMA di Kabupaten Kudus pada materi pokok Kelarutan dan hasil Kali Kelarutan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diterapkan model pembelajaran think pair share berbasis creative problem solving. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil be/ajar siswa. Penelitian dilaksanakan secara eksperimental, dengan populasi seluruh siswa kelas XI. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling, sehingga diperoleh kelas XI IPA 3 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 1 sebagai kelas kontrol. Data peningkatan hasil be/ajar kognitif siswa diperoleh dari tes soal pilihan ganda, sedangkan data hasil be/ajar psikomotorik dan afektif siswa dari lembar observasi. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan hasil be/ajar dan keaktifan siswa. Selain itu, juga terjadi peningkatan ketuntasan klasikal hasil be/ajar kognitif yakni sebesar 95,24%, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 80,00%. Besarnya pengaruh pembelajaran TPS berbasis Creative Problem Solving sebesar 35,35 %.Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran think pair share berbasis creative problem solving dapat meningkatkan hasil be/ajar siswa.
Cookies
We use strictly necessary cookies to run the site and keep you signed in. With your permission we would also use analytics (Google Analytics, Google Tag Manager, Yandex Metrica) to see how the site is used, and Google AdSense to show ads. They stay off unless you accept, and you can change your mind at any time. How we use cookies · KVKK notice (Türkiye)
Cookie settings