The History of the Labour Movement in South Korea 1947-1997: The Role of Blue Collar and White Collar Workers

The History of the Labour Movement in South Korea 1947-1997: The Role of Blue Collar and White Collar Workers

Pamungkas, Cahyo;
masyarakat: jurnal sosiologi 2011 Vol. 16 pp. 115-140
265
pamungkas2011themasyarakat

Abstract

Tulisan ini membahas mengenai perkembangan gerakan buruh di Korea Selatan sejak awal kemerdekaan hingga kini. Menurut saya, saat gerakan buruh kuat, ia memiliki efek yang lebih kuat pula pada proses demokratisasi karena adanya akar sejarah gerakan buruh dalam melawan feodalisme dan imperialisme. Temuan lainnya adalah bahwa kehadiran rezim demokratis tidak berarti bahwa aspirasi kelompok buruh dapat terakomodasi. Tekanan kekuatan neo-liberal, baik pada level nasional maupun internasional, dapat menekan pemerintahan yang demokratis untuk mengikuti kepentingan pemilik modal besar, khususnya dalam memaksakan sistem kerja kontrak. Namun, aliansi antara gerakan buruh dengan elemen masyarakat sipil dapat melawan dan menolak kebijakan ini. Faktor lain yang penting yang memengaruhi gerakan buruh adalah demokratisasi dan globalisasi. Jika demokratisasi memperkuat gerakan buruh, maka globalisasi berusaha mengontrolnya. Namun demikian, dinamika relasi antara pemerintah dan gerakan buruh di Korea Selatan menunjukkan bahwa aliansi antara buruh, mahasiswa, dan gereja dapat mempersatukan masyarakat sipil melawan baik pemerintah maupun kekuatan neo-liberal.Tulisan ini membahas mengenai perkembangan gerakan buruh di Korea Selatan sejak awal kemerdekaan hingga kini. Menurut saya, saat gerakan buruh kuat, ia memiliki efek yang lebih kuat pula pada proses demokratisasi karena adanya akar sejarah gerakan buruh dalam melawan feodalisme dan imperialisme. Temuan lainnya adalah bahwa kehadiran rezim demokratis tidak berarti bahwa aspirasi kelompok buruh dapat terakomodasi. Tekanan kekuatan neo-liberal, baik pada level nasional maupun internasional, dapat menekan pemerintahan yang demokratis untuk mengikuti kepentingan pemilik modal besar, khususnya dalam memaksakan sistem kerja kontrak. Namun, aliansi antara gerakan buruh dengan elemen masyarakat sipil dapat melawan dan menolak kebijakan ini. Faktor lain yang penting yang memengaruhi gerakan buruh adalah demokratisasi dan globalisasi. Jika demokratisasi memperkuat gerakan buruh, maka globalisasi berusaha mengontrolnya. Namun demikian, dinamika relasi antara pemerintah dan gerakan buruh di Korea Selatan menunjukkan bahwa aliansi antara buruh, mahasiswa, dan gereja dapat mempersatukan masyarakat sipil melawan baik pemerintah maupun kekuatan neo-liberal.

 

Citation

ID: 35377
Ref Key: pamungkas2011themasyarakat
Use this key to autocite in SciMatic or Thesis Manager

References

Blockchain Verification

Account:
NFT Contract Address:
0x95644003c57E6F55A65596E3D9Eac6813e3566dA
Article ID:
35377
Unique Identifier:
Network:
Scimatic Chain (ID: 481)
Loading...
Blockchain Readiness Checklist
Authors
Abstract
Journal Name
Year
Title
5/5
Creates 1,000,000 NFT tokens for this article
Token Features:
  • ERC-1155 Standard NFT
  • 1 Million Supply per Article
  • Transferable via MetaMask
  • Permanent Blockchain Record
Blockchain QR Code
Scan with Saymatik Web3.0 Wallet

Saymatik Web3.0 Wallet