analisa melek politik warga pada pemilu legislatif tahun 2014

analisa melek politik warga pada pemilu legislatif tahun 2014

;Rosalia Widhiastuti Sri Lestari
international journal of adhesion and adhesives 2016 Vol. 4 pp. 95-119
118
lestari2016aristoanalisa

Abstract

Abstrak Pemilu, secara umum adalah instrumen mewujudkan kedaulatan rakyat yang bermaksud membentuk pemerintahan yang absah serta sarana mengartikulasikan aspirasi dan juga kepentingan rakyat,  pemilu adalah syarat minimal bagi adanya demokrasi dan diselenggarakan dengan memilih wakil rakyat. Berdasar data hasil perolehan suara pemilu tahun 2014 di Kabupaten Gunungkidul maka prosentase partisipasi atau kehadiran pemilih Pemilu Legislatif 2014 sebesar 470.455 atau 78.53% dari 591.600 DPT (Pemilu dalam angka tahun 2014). Untuk masyarakat Gunungkidul dalam pelaksanaan Pemilihan Legislatif maupun Pemilihan Presiden periode 2014, tingkat partisipasi masyarakatnya  cukup tinggi yaitu antara 73% sampai dengan 84% di setiap kecamatan. Partisipasi dalam kehadiran pemilih pada pemilu legislatif yang paling tinggi sebesar 83% yaitu di Kecamatan Wonosari dan kehadiran pemilih pada pemilu legislatif yang terendah sebesar 73,04% yaitu di kecamatan Girisubo. Sedangkan ketidakhadiran paling rendah di Kecamatan Wonosari sebesar 16,89% dan ketidakhadiran paling tinggi di Kecamatan Girisubo yang mencapai 26,96%. Partisipasi politik masyarakat biasanya juga bersumber pada basis- basis sosial politik tertentu. Basis yang sama akan mendorong orang untuk berpartisipasi oleh karena itu bisa dilkelompokkan atas, Pertama, kelas, yaitu individu-individu yang terlibat dalam partisipasi politik karena memilki status sosial, income dan lapngan pekerjaan yang sama, Kedua, communal group, yaitu individu yang terlibat karena memiliki suku, agama, ras dan bahasa yang sama. Ketiga, neighborhood yaitu individu – individu yang terlibat karena memiliki tempat tinggal yang berdekatan satu sama lain, Keempat, faction, yaitu individu – individu yang terlibat dalam partisipasi karena mereka disatukan oleh inetraksi pribadi yang sangat tinggi satu sama lain yang.Literarasi Politik adalah, pemahaman praktis tentang konsep – konsep yang diambil dari kehidupan sehari – hari dan bahasa. Salah satu budaya politik termasuk budaya politik yang menonjol di Indonesia yaitu kecenderungan pembentukan pola hubungan patronase, baik di kalangan penguasa maupun masyarakat. Ada dua individu dalam budaya ini yaitu patron dan klien yang membuat interaksi timbale balik dengan tukar menukar sumber daya masing-masing pihak. Patron mempunyai sumber daya berupa kekuasaan,kedudukan, perlindungan, perhatian dan tidak jarang berupa materi, sedangkan klien mempunyai sumber daya berupa tenaga, dukungan, dan loyalitas. Kecenderungan patronase ini dapat ditentukan secara luas baik dalam lingkungan birokrasi maupun dalam kalangan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif  dengan pendekatan studi kasus yang biasa digunakan untuk mengungkap dan memahami sesuatu dibalik fenomena yang sedikit baru diketahui dan memberi rincian yang kompleks tentang fenomena yang sulit diungkapkan oleh metode kuantitatif. populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di desa Jerukwudel dan Karangawen Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul. Kata kunci : Pemilu, Partisipasi, Melek Politik, Patronase.

Citation

ID: 226297
Ref Key: lestari2016aristoanalisa
Use this key to autocite in SciMatic or Thesis Manager

References

Blockchain Verification

Account:
NFT Contract Address:
0x95644003c57E6F55A65596E3D9Eac6813e3566dA
Article ID:
226297
Unique Identifier:
Network:
Scimatic Chain (ID: 481)
Loading...
Blockchain Readiness Checklist
Authors
Abstract
Journal Name
Year
Title
5/5
Creates 1,000,000 NFT tokens for this article
Token Features:
  • ERC-1155 Standard NFT
  • 1 Million Supply per Article
  • Transferable via MetaMask
  • Permanent Blockchain Record
Blockchain QR Code
Scan with Saymatik Web3.0 Wallet

Saymatik Web3.0 Wallet