Abstract
Tuberkulosis adalah penyakit infeksi akibat kuman Mycobacterium tuberculosis yang dapat menginfeksi beberapa organ tubuh, diantaranya paru-paru, ginjal, dan tulang.Tujuan pengobatan tuberkulosis adalah memusnahkan basil tuberkulosis dengan cepat dan mencegah kekambuhan. Obat anti tuberkulosis (OAT) dapat diterima dalam terapi, namun mempunyai efek toksik seperti agranulositosis, eosinofilia, trombositopenia dan anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama konsumsi OAT pada pasien TB paru terhadap anemia. Penelitian ini bersifat Survey Analitic dengan rancangan Cross Sectional. Hasil penelitian rata-rata hitung sel darah merah 0 bulan 5,16 106/uL, 2 bulan 4,39 106/uL dan 6 bulan 4,61 106/uL, rata-rata kadar hemoglobin 0 bulan 15,17 g/dL, 2 bulan 12,73 g/dL dan 6 bulan 13,28 g/dL serta ratarata nilai hematokrit 0 bulan 44,26 %, 2 bulan 38,24 % dan 6 bulan 39,04 %. Dari hasil uji Spearman diperoleh nilai signifikan sebesar hitung sel darah merah 0,004 < α (0,05), kadar hemoglobin 0,007 < α (0,05) dan nilai hematokrit 0,015 < α (0,05) sehingga dapat disimpulkan ada hubungan antara lama konsumsi obat anti tuberkulosis pada pasien TB paru terhadap anemia dan nilai correlation coefficient hitung sel darah merah -0,531, kadar hemoglobin -0,479 serta nilai hematokrit -0,440 berarti memiliki kekuatan hubungan yang sedang. Disarankan untuk penelitian selanjutnya menggunakan parameter yang berbeda seperti jumlah trombosit, kadar AST/ALT dan sebaiknya menggunakan sampel atau pasien yang sama dari 0 bulan sampai 6 bulan.
Citation
ID:
194759
Ref Key:
thuraidah2017medicalanemia