Pemanfaatan potensi penangkapan ikan di perairan Pulau Lemukutan salah satunya dengan menggunakan bubu untuk
menangkap ikan dasar dan masih bersifat tradisional. Aspek teknis dalam penelitian ini adalah memodifikasi konstruksi
bubu dasar dimana pintu masuk di ubah menjadi enam dan delapan dan badan bambu kerangka kayu di ubah badan
jaring Polyethylene (PE) kerangka pipa paralon cor beton. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan metode model
bubu dasar, menganalisa efektivitas modifikasi konstruksi bubu dasar dan analisis finansial. Analisis komposisi hasil
tangkapan terhadap ketiga jenis bubu memperoleh hasil sebesar 84.88 kg atau sebesar 690 ekor pada kedalaman 9 m
dan 95.53 kg atau 800 ekor pada kedalaman 12 m. Frekuensi kemunculan ikan ekor kuning (Caesio erythrogaster) memiliki
proporsi terbesar pada kedalaman 9 m dan 12 m adalah 86.8 % dan 99.5 %. Analisis Indeks Keanekaragaman (H’) untuk
perairan Pulau Lemukutan sebesar 1.6 dengan kategori indeks keanekaragaman kecil (H’ ≤ 2). Hasil Analisis R/C Ratio
menunjukan bahwa modifikasi konstruksi bubu model balok memperoleh nilai R/C = 1.035 dimana secara ekonomis
layak digunakan dan layak dikembangkan sebagai usaha penangkapan ikan dasar di perairan Pulau Lemukutan.